Ok tidak perlu saya jelaskan lagi apa
itu hosting? Jika kamu tidak mengerti apa itu hosting maka kamu punya 2
pilihan yaitu Google dengan kata “hosting” atau Angkat kaki dari blog
saya (hehehehe becanda) karena pada post kali ini saya tidak akan bahas
mengenai apa itu hosting. Pada saat ini banyak sekali perusahaan hosting
muncul untuk menjual jasanya. Kenapa bisa banyak? karena untuk buka
usaha ini bisa diawali dengan modal yang tidak terlalu besar. Jadi tidak
hanya pengusaha kelas kakap yang dapat membuka usaha ini, mahasiswa
tingkat 1 pun jadi. Oleh karena itu kita harus pandai dalam memilih
perusahaan hosting yang akan menjadi partner kita. Saya punya pengalaman
tentang seluk-beluk perhostingan di jagad raya ini. Sudah banyak
penjual jasa layanan hosting yang saya jajal untuk memenuhi kebutuhan
kehidupan website-website saya. Mulai dari jasa layanan hosting dari
Indonesia maupun dari luar negri. Ini adalah tips dari saya dalam
memilih hosting, semoga bermanfaat.
Ketahuilah kebutuhan website
Ada banyak jenis produk hosting yang
dijual diluar sana. Jadi ketahuilah kebutuhan website kamu. Ada beberapa
parameter yang saya perlu perhatikan dalam memilih produk hosting :
- Kapasitas. Penentuan kapasitas harus pas. Jangan menyewa hostingan 1GB untuk menyimpan file 5GB. Jangan menyewa hosting 20GB untuk file 1GB, terlalu besar. Semakin kapasitas hosting semakin besar maka semakin mahal pula harga sewanya.
- Bandwidth. Mungkin pada saat website baru dan masih tidak populer, kebutuhan bandwidth tidak terlalu bermasalah karena sedikit juga visitor yang mengakses website. Masalahnya ketika website sudah populer dan banyak visitor yang mengakses website kita, apakah bandwidth yang disediakan mampu untuk meng-handle banyaknya visitor yang mengakses website tersebut. Jika produk hosting memiliki kuota bandwidth, biasanya akan dikenakan biaya tambahan kalau akses website melebihi kuota bandwidth. Saat ini juga sudah banyak perusahaan hosting yang menawarkan produknya dengan bandwidth unlimited. Tapi tetap hati-hati pilih perusahaan yang terpercaya.
- Server-side Language. Hampir seluruh produk hosting menawarkan produknya dengan bahasa PHP. Ada beberapa produk juga tidak mencantumkan bahasa PHP sebagai server-side language karena memang hampir semua clientnya menggunakan bahasa PHP. Jadi jangan sampai aplikasi kamu yang menggunakan ASP ditempatkan pada server berbasis PHP, karena aplikasi tersebut tidak bisa jalan. Masih ada kok perusahaan hosting yang menawarkan produknya berbasis ASP atau Java, walaupun jumlah relatif sedikit dan biasanya harganya lebih mahal dari server berbasis PHP.
- Database. Sebelum memilih produk hosting, ketahui dulu aplikasi kamu menggunakan database apa? Oracle, PostgreSQL atau MySQL? kalo pake Oracle sepertinya almost impossible untuk dapat produk hosting yang support database Oracle. PostgreSQL juga masih ada produk hosting yang support walaupun tidak sebanyak MySQL.
- Addon Domain. Addon Domain ini lebih dibutuhkan jika kamu ingin menggunakan domain lebih dari satu dalam satu produk hosting. Biasanya Addon Domain ini dibatasi jumlahnya. Contohnya : Saya menyewa sebuah produk hosting yang mempunyai 5 Addon Domain. Dan saya punya 3 website dengan domain antara lain website1.com, website2.com dan website3.com. website1.com adalah main domain saya, domain utama dalam produk hosting saya. Selain website1.com, saya juga ingin mengimplementasikan website2.com dan website3.com saya. karena produk hosting saya punya 5 Addon Domain, maka saya akan gunakan 2 Addon Domain saya untuk website2.com dan website3.com.
- Lokasi server. Pertanyaan yang paling cocok untuk mengetahui lokasi server yang paling tepat untuk website kamu adalah “dimana keberadaan visitor yang ingin kamu harapkan untuk mengakses website kamu??”. Faktor utama dalam pemilihan lokasi server adalah kecepatan akses. Server Indonesia lebih cepat diakses oleh visitor dari Indonesia. Server USA lebih cepat diakses oleh visitor dari luar negeri. Jika visitor website kamu dari luar negeri maupun Indonesia, mungkin lebih tepat menggunakan server dari Singapore. Semuanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Perusahaan Hosting Lokal atau Luar Negeri
Jika saya ditanya untuk suruh pilih mana
antara perusahaan hosting lokal atau luar negeri, maka akan saya jawab
perusahaan luar negeri. Bukan asal perusahaan hosting luar negeri yang
saya pilih, tetapi perusahaan hosting yang sudah terkenal dan
terpercaya. Untuk menghidupkan blog ini saja, saya mempercayakan kepada
hostgator. Kenapa saya tidak memilih perusahaan lokal? Sepertinya saya
sudah trauma dengan mempercayai perusahaan lokal untuk menangani urusan
hostingan. Saya sudah mencoba paling tidak 10 perusahaan hosting lokal,
dan semua berakhir pada kekecewaan. Mungkin tidak semua perusahaan lokal
itu buruk, tapi saya sudah tahap tidak ingin mencoba lagi produk
hosting dari perusahaan lokal. Banyak sekali kejadian yang mengecewakan
yang saya alami dengan perusahaan hosting lokal.
- Pengancaman penghapusan account. Saya pernah diancam agar cepat membayarkan perpanjangan domain, jika tidak maka account saya akan dihapus. Dalam hati saya berkata, kok yang jadi masalah adalah nama domain, tapi kok yang dihapus account saya??bagaimana nasib domain dan hostingan lainnya yang saya daftarkan di account tersebut. Untungnya saya berjaga-jaga agar membackup data dan melakukan transfer domain ke perusahaan hosting lain. Saya cukup kecewa dengan perusahaan hosting tersebut, padahal perusahaan itu sudah sangat terkenal.
- Pergantian server dengan alasan ada problem di server lama. Waktu itu saya tergiur dengan salah satu produk dari perusahaan hosting yang lumayan terkenal. Perusahaan itu menawarkan VPS dengan harga yang jauh lebih murah dari perusahaan hosting lainnya. Awalnya saya sempat tidak percaya dengan harga segitu, tetapi jika dilihat perusahaannya yang lumayan terkenal dan juga mempunyai banyak client akhirnya saya percaya dengan perusahaan tersebut. Ok VPS sudah ada ditangan saya dan mulailah saya oprek-oprek, instal ini, instal itu dan semua itu tidak cukup dilakukan dalam 1 hari untuk menjalankan semua aplikasi yang saya punya. Akhirnya semua aplikasi itu berjalan. Dalam satu bulan VPS tersebut tidak ada masalah. Pada bulan kedua saya dapat kabar dari perusahaan hosting tersebut agar server VPS sekarang mengalami gangguan. Jadi VPS saya dipindahkan dengan ke server lain. Waktu itu saya mengiyakan karena masih dalam satu lokasi dengan server yang baru dan tipe VPS nya masih sama dengan tipe VPS yang lama. Aplikasi saya tidak mengalami banyak gangguan hanya beberapa jam saja terjadi downtime dan berjalan kembali sesuai yang diharapkan. Pada bulan ketiga perusahaan ini mengkabarkan saya kembali bahwa perusahaannya minggu depan akan memberhentikan produk VPS yang saya pakai dan menawarkan solusi lain. Sayangnya produk lain itu tidak sesuai dengan produk yang sekarang ini sehingga saya harus mengoprak-oprek dan instal ulang dari awal agar aplikasi saya dapat berjalan. Benar-benar mengecewakan.
- Datacenter tidak lagi beroperasi. Ini kejadiannya sama seperti kejadian yang diatas tetapi ini lebih sadis.Saya menemukan produk VPS lagi, harganya lebih tidak masuk akal murahnya. Jauh lebih murah dengan harga VPS dari kejadian yang diatas. Karena saya penasaran maka saya sewa satu bulan aja VPS tersebut dan tidak saya pakai apa-apa.Benar dugaan saua, satu bulan saya dikabari bahwa datacenter di Amerika sudah tidak beroperasi sehingga saya tidak dapat memperpanjang VPS tersebut. Ini lebih sadis karena jualannya kayak main-main dan tidak menawarkan solusi lain.
- Maintenance tiap bulan. Ada juga perusahaan hosting yang hobinya maintenance tiap bulan. tidak tahu alasan pasti apa untuk meningkatkan performance atau bagaimana. Hal ini membuat saya tidak nyaman sekali karena setiap maintenance maka server akan down selama 24 jam atau bisa lebih. Padahal perusahaan hosting itu menjanjikan uptime server 99%. Bagaimana nasib aplikasi client saya??Apalagi aplikasi yang digunakan oleh client saya harus online hampir 24 jam sehari. Jika tidak maka business process mereka akan berantakan. Hosting yang sekarang saya pakai untuk menghidupkan blog ini saja tidak pernah sama sekali down sejak pertama kali saya pakai dan tidak pernah ada istilah maintenance dan lain sebagainya.
- Diancam karena mengaktifkan plugin WordPress. Ada beberapa aplikasi saya yang menggunakan WordPress sebagai CMS dan saya menambahkan beberapa plugin kedalam aplikasi tersebut dengan alasan untuk SEO dan optimalisasi website. Perusahaan hosting tersebut mengancam saya, jika tidak dinon-aktifkan plugin tersebut maka account saya terkena ban. Dan saya paling sesali, saya tidak pernah menemukan pernyataan untuk tidak memakai plugin-plugin tersebut di dalam server. Saya merasa hak-hak saya sebagai customer telah diambil. Dikit-dikit ancam akan mengeban account. Hosting yang sekarang saya gunakan, saya juga menggunakan plugin-plugin dan tidak ada masalah sama sekali. Jadi terbukti kan sistem mana yang lebih hebat??
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan
klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di BoyTrik
Ditulis oleh
Admin - Jumat, 10 Agustus 2012 - 01.03


Belum ada komentar untuk "Tips memilih hosting"
Posting Komentar